Data Pelanggan Restoran: Cara Mengumpulkannya lewat Website Sendiri
Restoran yang hanya berjualan melalui aplikasi delivery biasanya dapat melihat pesanan, tetapi belum tentu memahami pelanggan yang kembali, menu yang dilihat, atau alasan seseorang berhenti sebelum membayar. Website sendiri dapat memberikan informasi tambahan untuk membantu mengambil keputusan berdasarkan perilaku pelanggan.
Mengapa Data Pelanggan Penting?
- Promo dapat dirancang untuk kelompok pelanggan yang relevan, bukan dikirim ke semua orang.
- Pelanggan yang kembali dapat dikenali dan dihubungi jika mereka telah menyetujui komunikasi tersebut.
- Data yang dikumpulkan dengan izin dapat membantu mengevaluasi kampanye pemasaran.
- Informasi menu yang dilihat atau dibeli dapat membantu perencanaan produk dan harga.
Data Apa yang Bisa Dikumpulkan dari Website Restoran?
Data Pesanan dan Pelanggan
Catatan transaksi dapat mencakup nama, nomor kontak, alamat delivery, menu yang dipesan, dan frekuensi pembelian sesuai kebutuhan operasional. Jelaskan data apa yang dikumpulkan, minta persetujuan yang diperlukan, batasi akses, dan simpan data dengan aman. Jangan mengumpulkan informasi yang tidak dibutuhkan.
Data Perilaku di Website
- Halaman atau menu yang paling sering dilihat.
- Jumlah pengunjung yang menambahkan menu ke keranjang.
- Langkah pemesanan tempat pelanggan berhenti.
- Sumber kunjungan seperti iklan, Instagram, pencarian, atau flyer.
Cara Membaca Drop-off: Di Mana Pelanggan Berhenti?
Drop-off adalah titik ketika pengunjung meninggalkan proses pemesanan. Alur dari kunjungan sampai pembayaran dapat membantu menemukan bagian yang perlu diperiksa. Tabel ini adalah panduan awal, bukan bukti penyebab; verifikasi setiap dugaan menggunakan data dan umpan balik pelanggan.
| Tahap | Kemungkinan masalah jika banyak yang berhenti |
|---|---|
| Membuka website | Halaman lambat, iklan kurang relevan, atau informasi utama sulit ditemukan. |
| Melihat menu | Menu kurang jelas, foto tidak tersedia, atau harga membingungkan. |
| Menambahkan ke keranjang | Pilihan terlalu rumit atau tombol tidak terlihat. |
| Memeriksa delivery | Alamat tidak terjangkau atau ongkos kirim tidak sesuai harapan. |
| Pembayaran | Metode pembayaran terbatas atau proses terlalu panjang. |
Dari Data ke Tindakan
- Jika banyak pelanggan berhenti saat memeriksa delivery, tinjau area layanan dan tampilkan estimasi biaya lebih awal.
- Jika menu sering dilihat tetapi jarang dibeli, periksa foto, deskripsi, ketersediaan, dan harga.
- Jika pelanggan lama jarang kembali, uji penawaran yang relevan kepada pelanggan yang menyetujui komunikasi.
- Jika sumber traffic tertentu menghasilkan lebih banyak pesanan, evaluasi apakah anggaran dapat diarahkan ke sana.
Checklist: Apakah Restoran Sudah Memanfaatkan Data?
- Apakah Anda memiliki daftar pelanggan yang dikumpulkan dengan persetujuan?
- Apakah Anda tahu menu yang paling sering dipesan melalui kanal sendiri?
- Apakah Anda mengetahui langkah ketika pelanggan paling sering berhenti?
- Apakah Anda tahu sumber traffic yang menghasilkan pesanan?
- Apakah pelanggan lama dapat dihubungi kembali sesuai persetujuan mereka?
Semakin banyak jawaban tidak, semakin banyak informasi yang mungkin dapat membantu perbaikan. Mulailah dengan metrik yang sederhana dan pastikan penggunaannya bertanggung jawab.
Baca juga: ciri website restoran yang efektif.
Kesimpulan
Data pelanggan membantu restoran memahami apa yang dibeli, apa yang dicari, dan bagian mana dari proses pemesanan yang perlu diperbaiki. Website sendiri dapat menyediakan informasi yang lebih terperinci daripada sekadar jumlah order. Kumpulkan data dengan transparan, lindungi aksesnya, lalu gunakan temuan untuk memperbaiki menu dan pengalaman pemesanan.
