May 7, 2026

Entri Data Manual: Pekerjaan Berulang yang Membuang Waktu Notaris

Bayangkan Anda menerima berkas untuk Akta Jual Beli. Di tangan Anda ada KTP penjual, KTP pembeli, sertifikat tanah, dan data dua orang saksi. Sekarang Anda atau staf harus membuka dokumen Word, lalu mengetik ulang semua data itu satu per satu: nama lengkap, NIK, tempat lahir, tanggal lahir, alamat, pekerjaan, nomor sertifikat, luas tanah, batas-batas tanah.

Satu kesalahan ketik NIK atau nomor sertifikat bisa mempengaruhi kekuatan hukum akta. Tapi mengetik ulang ratusan digit angka setiap hari adalah pekerjaan yang hampir mustahil bebas dari kesalahan.

Ini bukan kegagalan manusia — ini kegagalan sistem. Profesi notaris membutuhkan ketelitian hukum tertinggi, tapi proses kerjanya masih mengharuskan data diketik ulang secara manual dari dokumen fisik ke template akta. Waktu yang seharusnya untuk analisis hukum dan layanan klien, habis untuk copy-paste dan re-typing.

Risiko entri data manual:

  • Satu AJB bisa membutuhkan entri 30–50 field data dari 4–6 dokumen berbeda
  • Risiko salah ketik NIK, nomor sertifikat, atau tanggal lahir sangat tinggi
  • Proses verifikasi ulang memakan waktu tambahan yang tidak perlu
  • Data yang sama harus diketik ulang untuk setiap akta — tidak ada reuse otomatis

AKTE AI menggunakan AI untuk membaca dan mengekstrak data langsung dari dokumen yang diunggah. Nama, NIK, alamat, nomor sertifikat, luas tanah — semua diekstrak otomatis dan dipopulasikan ke template akta yang sesuai.

Staf notaris hanya perlu review dan konfirmasi, bukan mengetik dari awal. Risiko human error turun drastis. Waktu per akta dari 40–50 menit menjadi 3–5 menit.

2 akta gratis per hari
Setup dalam 5 menit
Tanpa kartu kredit